Assalamualaikum,,,teman-teman.Kali ini saya akan menyajikan sebuah cerpen untuk kalian semua. cerpen ini menceritakan tentang adat istiadat yang masih berhubungan dengan keagamaan. di baca ya... :)
Jilbab Putih Sabrina
oleh:
Mila Apriani
Adzan
berkumandang dimana-mana dengan suara yang indah diiringi suara ayam berkokok
yang seakan-akan menjawab suara adzan itu .Kedua mata yang terpejam dengan
nyenyak segera terbuka secara perlahan dilanjutkan dengan berwudhu mengusap
muka,kedua tangan,telinga dan kaki menuju sebuah Masjid untuk melaksanakan
shalat Shubuh Berjamaah .Sesaat setelah itu,matahari terbit dari sebelah
timur,burung-burung berkicau dan terbang untuk melakukan aktivitasnya
masing-masing,buah-buahan terlihat segar dipohonnya yang berkilau dengan adanya
embun disekitarnya terutama didedaunan yang menandakan pagi telah tiba untuk
disambuk dengan penuh semangat.
Sebuah Desa di kota Sampang,di Madura
(Jawa Timur),yang bernama Desa Banjar Billah Tambelangan terdapat sebuah Pondok
Pesantren yang cukup banyak santrinya.Saat ini adalah tahun ajaran
baru,pastinya akan ada siswa siswi yang akan mendaftar di Pondok Pesantren
tersebut dan akan menjadi seorang Santri Pesantren itu.Salah satu calon Santri
itu adalah Sabrina yang berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di Kota
Bangkalan-Madura.
Inilah salah satu kebiasaan orang
Madura,yaitu sebagian besar anak-anaknya akan disekolahkan di Pondok
Pesantren,baik itu yang kaya,yang sederhana ataupun yang kurang mampu
sekalipun.di Madura itu bisa dibilang adat istiadat nya masih cukup kuat.Salah
satu contohnya adalah seorang perempuan dan lelaki yang bukan muhrimnya,apabila
ketahuan selalu berduaan (jalan berduaan) pasti akan segera ditindak lanjuti
misalnya langsung dinikahkan,berbeda dengan kota lainnya yang bisa dikatakan
pergaulan nya masih cukup bebas dan hanya ada segelintir orang yang mengikuti
aturan ini,khususnya orang Madura itu sendiri yang tinggal diluar wilayah
Madura.Mungkin ini merupakan salah satu penyebabnya anak-anak Madura banyak
yang disekolahkan ke Pondok Pesantren.Selain itu ,ini bertujuan agar anak-anak
itu dilatih menjadi orang yang taat beribadah dan mandiri.
Sabrina adalah anak yang sangat
berbakti kepada kedua orang tuanya.Untuk sekolah SD dan SMP,dia tidak sekolah
di Pondok Pesantren.Jadi hanya SMA nya,Sabrina yang akan melanjutkan ke Pondok
Pesantren.Saat ini,Sabrina menginginkan sebuah Jilbab putih yang begitu indah
yang ada di Pasar Senin-Kamis,Madura.Setiap hari kamis ,Sabrina pasti selalu
pergi kepasar Senin-Kamis itu untuk berbelanja membantu ibunya yang berjualan
Gado-Gado,salah satu makanan khas Madura dan Sabrina selalu memperhatikan
jilbab putih itu.Dalam hatinya,ia berkata kapan dia bisa membeli jilbab
itu,tetapi disamping itu dia juga berpikir bahwa untuk makan sehari-hari saja
Sabrina dan kedua orang tuanya masih pas-pas an apalagi untuk membeli jilbab
itu.
Beberapa hari setelah itu,Sabrina
bersama kedua orang tuanya pergi menuju Pondok Pesantren yang cukup jauh dari
rumahnya itu menggunakan angkot.Sesampainya disana,Kedua orang tua Sabrina yang
bernama Ibu Sakdiyah dan Bapak Syamsul pergi menuju ruangan kerja pimpinan
Pondok Pesantren itu untuk menitipkan Sabrina.Pondok Pesantren itu terbilang
cuup murah untuk biaya pendaftarannya,bahkan biaya yang lainnya telah
digratiskan karena adanya bantuan dari Pemerintah dan masyarakat
sekitarnya.Setelah berbicara cukup lama dengan pimpinan Pondok Pesantren
itu,kedua orang tua Sabrina segera pulang dan Sabrina bersalaman kepada mereka
dengan rasa sedih karena dia akan tinggal di Pondok Pesantren itu dalam waktu
yang cukup lama tanpa kedua orang tuanya.
Angkot itu sudah menunggu kedua orang
tua Sabrina cukup lama didepan Pondok Pesantren itu hingga akhirnya mereka
muncul juga.Segera mereka masuk ke angkot itu dengan eksoresi wajah yang sedih
berpisah dengan Sabrina dan juga penuh harapan bahwa saat Sabrina sudh
menyelesaikan sekolahnya dari Pondok Pesantren itu,ia akan menjadi orang yang
sukses.Lambaian tangan kedua orang tua Sabrina dan Sabrina masih berlangsung
walaupun sudah kelihatan sangat jauh yang diawali degan ucapan salam.
Pimpinan Pondok Pesantren itu
menghampiri Sabrina untuk mengantarkan dia ke sebuah kamar yang akan ia tempayi
selama dia tinggal di Pondok Pesantren itu.Secara kebetulan,dsebuah selasar
Pondok pesantren itu yang dilewati Sabrina dan pimpinan Pondok Pesantren
itu,Sabrina bertemu dengan seorang Pemud yang memang dari jauh,lelaki itu
selalu memandanginya dengan wajahnya yang sangat polos dan senyumannya yang
sangat manis.Secara tiba-tiba,Sabrina juga melihat kearah lelaki itu dan
Sabrina hanya tersenyum memandang lelaki itu.
Sabrina masuk kekamar itu setelah
dipersilakan oleh Pimpinan Pesantren itu,Bapak Qosim Vad’aq.Sabrina duduk
sejenak di tempat tidur kamar itusambil mengingat wajah pemuda itu dan secara
tiba-tiba,dia sadar dengan lamunan itu sehingga dia segera menghilangkan
lamunan itu dari pikiranny,dilanjutkan dengan membereskan baju-baju yang akan
diletakkan didalam lemari itu.
Sudah cukup lama Sabrina tinggal di
Pondok Pesantren itu,sehingga secara otomatis Sabrina sudah banyak mengenal
santri lainnya yang setingkat dengannya ataupun Seniornya. Sabrina dikenal baik
oleh Santri lainnya dan juga oleh Guru nya.Sabrina sering membantu kakak seniornya
yang bertugas memasak di Pondok Pesantren itu.Hingga suatu hari dia bersama
kakak seniornya pergi kepasar untuk membeli bahan makanan yang akan dimasaknya
nanti.Mereka berbelanja dipasar Senin-Kamis dan dipasar itulah ada sebuah
jilbab yang ingin dibeli oleh Sabrina
sejak dulu sebelum ia tinggal di Pondok Pesantren itu karena begitu indah
hiasan pernak pernik jilbab itu dan warna putih jilbab itu yang berarti adalah kesucian.
Tiba dipasar itu,Sabrina berdiri tegak
didepan toko jilbab itu menuju tempat yang menjual bahan makanan bersama
kakak-kakak seniorny.Tetapi,Sabrina berhenti sejenak memandang kearah jilbab
itu dengan penuh harapan agar suatu hari nanti,dia bisa membeli jilbab
iu.Secara tidak disadari ,ternyata lelaki yang saat bertemu dengan Sabrina
memandangi dia disebuah selasar saat Sabrina pertama kali masuk di Pondok
Pesantren itu ternyata dia mengikuti Sabrina yang pergi kepasar bersama kakak
seniornya itu.Lelaki itu bernama Muhammad Zainal dan dia memandangi Sabrina
yang lagi memperhatikan jilbab putih itu.Muhammad Zainal mempunyai perasaan
suka yang tulus kepada Sabrina dan dalam hatinya,ia berkata bahwa ia akn
mengungkapkannya perasaan nya itu di suatu hari nanti kepada Sabrina serta akan memberikan jilbab
putih dan memberikan jilbab tersebut kepada Sabrina.
Saat Sabrina dan kakak seniornya pergi
menuju ke tempat yang menjual bahan makanan,Muhammad Zainal segera menghampiri
sebuah Toko yang menjual Jilbab Putih itu untuk membeli jilbab itu yang
nantinya akan diberikan kepada Sabrina,gadis yang ia sayangi dan ia cintai itu
walaupun sampai saat itu Sabrina belum mengetahui tentang perasaan Muhammad Zainal itu.Setelah cukup
lama Sabrina dan kakak seniornya berbelanja,mereka pulang menuju Pondok Pesantren.Saat
berjalan melewati Toko jilbab itu,Sabrina segera melihat jilbab itu,tetapi ekspresi wajah Sabrina berubah menjadi sedih
karena jilbab putih itu sudah tidak ada di toko itu dan Sabrina juga menyadari
bahwa ia takkan bisa membeli jilbab itu karena keterbatasan ekonomi apalagi
apalagi untuk jilbab itu yang harganya dapat dipastikan cukup mahal.
Walaupun Sabrina tidak bisa membeli
jilbab itu, dia selalu menjalani hari-harinya di Pondok pesantrennya dengan
penuh semangat.Terkadang Sabrina sering bertemu dengan Muhammad Zainal terutama
saat akan melaksanakan Shalat berjamaah di Mhusolla Pondok
Pesantrennya.Ternyata tanpa disadari,Sabrina juga menyimpan rasa suka kepada
Muhammad Zainal.Waktu tidak terasa sudah berlalu,saat itu Sabrina sudah selesai
menjalani Pendidikan Sekolah SMA di
Pondok Pesantrennya.
Tibalah Acara Imtihan yang artinya
adalah sebuah acara perpisahan antar Santri karena sudah menyelesaikan
pendidikannya.Saat tiba acara itu,Sabrina teringat kepada Muhammad
Zainal,seorang Santri Senior Pondok
Pesantrennya yang sudah lulus setahun yang lalu dan mempunyai rasa suka kepada
Sabrina. Dalam hatinya ,ia berharap agar Muhammad Zainal tahu tentang Acara
Imtihan tersebut dan bisa hadir.Secara terkejut,ternyata Muhammad Zainal hadir
di acara Imtihan tersebut karena dia akan menepati janjinya untuk mengungkapkan
perasaannya kepada Sabrina dan akan memberikan Jilbab Putih yang sangat
diinginkan oleh Sabrina yang dibelinya tanpa sepengatahuan Sabrina.
Saat Sabrina duduk disebuah
kursi,dibawah panggung Acara Imtihanan tersebut,Muhammad Zainal
menghampirinya.Muhammad Zainal langsung berkata bahwa ia sebenarnya menyukainya
bahkan sangat mencintai Sabrina.Mendengar itu, Sabrina tidak menyangka, Sabrina
berkata kepada Muhammad Zainal bahwa dia merasa tidak pantas dengan Muhammad
Zainal karena Muhammad Zainal adalah orang kaya dan Sabrina merasa tidak
sederajat dengannya.Setelah Sabrina berkata itu,Muhammad Zainal langsung
berkata kepadanya agar jangan menghiraukan masalah itu karena disisi
Allah,derajat manusia itu sama dan Muhammad Zainal kepada Sabrina apakah ia mau
dilamar dan menikah dengannya? Karena Sabrina juga mempunyai perasaan yang sama
kepada Muhammad Zainal jadi dia menerima cinta Muhammad Zainal.
Setelah itu Muhammad Zainal juga
menjelaskan tentang dia yang telah membeli jilbab putih dan langsung memberikan
jilbab tersebut.Sabrina menerima pemberian jilbab itu dan ia mersa sangat
senang.Muhammad Zainal berkata kepadanya bahwa karena jilbab ini dia mempunyai
keyakinan cintanya kepada Sabrina dan mungkin jilbab itu juga merupakan perantara
dari Allah untuk menyatukan ia dengan Sabrina.Sabrina tersenyum dan ia berkata bahwa ia semakin
mencintai Muhammad Zainal karena telah memberikan ia sebuah jilbab yang
sangat ia impikan itu.Bukan hanya
itu,perasan Sabrin dan Muhammad Zainal itu sangatlah tulus.Akhirnya Sabrina dan
Muhammad Zainal menikah disertai acara lamaran yang begitu indah dengan
berbagai kue lamaran khas Madura yang akan diserahkan kerumah Sabrina.sabrina
dan Muhammad Zainal membentuk sebuah keluar yang sangat Sakinah,Mawadah dan
Warahma serta mereka mempunyai anak yang alim.Anak-anaknya bernama Nabila dan
Ali Ahmad.
ditunggu komentarnya ya...
Wassalamualaikum Wr.Wb




Tidak ada komentar:
Posting Komentar